Pertemuan Antara Nabi Musa a.s dan Nabi Khidhir a.s dan Nasehat Beliau

Sejarah pertemuan di antara Nabi Musa a.s dan Nabi Khidhir a.s di laut merah merupakan pengajaran serta iktibar kepada Nabi Musa a.s akan ilmu La dunni yang diperolehi oleh Nabi Khidhir a.s adalah kurniayaan Allah swt kepada sesiapa yang DIA kehendaki, di mana dengan tiada disangka oleh Nabi Musa a.s dirinya telah mempelajari ilmu tersebut lantaran Nabi Khidhir a.s. Saya ingin menyingkap kepada semua supaya menghalusi cerita mereka ini dan di sini kita dapat mempelajari bahwasanya ilmu La dunni itu adalah di luar jangkauan fikiran kita. Ilmu itu adalah NUR sedangkan La dunni adalah langsung dari Allah swt, maksudnya ilmu yang diperolehi tanpa belajar.
Siapakah lelaki misterius dalam Al-Quraan ini?

Mengapa pertemuan antara Nabi Musa a.s dan Nabi Khidhir a.s berlaku?

Pertemuan mereka berlaku disebabkan Allah swt  menegur kesilapan jawapan  Nabi Musa a.s kepada kaumnya, di atas pertanyaan mereka kepada beliau siapakah orang yang paling alim pada zaman itu. Memandangkan Nabi Musa a.s seorang rasul dan banyak mukjizat yang Allah swt berikan kepadanya, maka dengan yakin beliau menjawab bahawa, “Akulah yang paling alim!” Dengan jawapan ini Allah swt menegurnya dan memberi khabar tentang Nabi Khidhir a.s. Setelah mendapat teguran ini Nabi Musa a.s meminta petuntujuk bagaimana cara dan di mana tempatnya beliau dapat bertemu dengan Nabi Khidhir a.s itu.

PETIKAN DARI BUKU

PERTEMUAN NABI MUSA A.S DENGAN KHAIDIR A.S

Oleh: MOHD ZAID SANI DAN AYESHA ABDULLAH SCOTT

Kisah Nabi Khidihr a.s dalam surah Al-Kahfi ini diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah untuk menyahut cabaran kaum Yahudi Madina yang meminta baginda memberitahu kisah tersebut sekiranya Nabi Muhammad s.a.w benar-benar seorang rasul utusan Allah S.W.T.

Setengah pendapat mengatakan bahawa pertemuan antara Nabi Musa a.s dengan Nabi Khidihr a.s berlaku di suatu tempat yang bernama Ras Muhammad. Tempat ini terletak di pertemuan teluk Al-Suwies dan teluk Al-Aqabah, di Laut Merah.

Allah berfirman kepada Nabi Musa a.s, “Ambillah seekor ikan dan letekkan di dalam bakul. Sekiranya kamu kehilangan ikan itu, maka di situlah dia berada.”

Sebelum mereka berpisah, Nabi Musa a.s meminta nasehat atau wasiat sesuatu yang bermanfaat daripada Nabi Khidihr a.s.

Wasiat beliau ialah, “Jadikanlah diri tuan hamba orang yang tersenyum dan bukan orang yang tertawa. Teruskanlah berdakwa dan janganlah berjalan tanpa tujuan. Janganlah orang yang bersalah berputus asa dengan kesalahan yang telah dilakukan. Menangislah disebabkan kesilapan tuan hamba, wahai Ibn Imran!”

KISAH DI DALAM AL-QURAN

Pertemuan Nabi Musa a.s dan Nabi Khidihr a.s

Surah Al- kahfi ayat 60 – 65

60. Dan (ingatlah peristiwa) ketika Musa berkata kepada (muridnya/temannya) 885 : “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.

61. Maka tatkala mereka sampai ke tempat pertemuan dua buah laut itu, mereka lupa akan hal  ikan mereka, lalu ikan itu melompat dan menggelunsur mengambil jalannya ke laut itu, yang merupakan lorong di bawah tanah.

62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah ke mari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih dalam perjalanan kita ini”.

63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita berehat di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu telah menggelunsur menempuh jalannya ke laut dengan cara yang menakjubkan sekali”.

64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.

65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami886.

885Ahli tafsir berpendapat beliau bernama Yusha’ Bin Nun

886Ahli tafsir berpendapat hamba Allah itulah Nabi Khidhir a.s

Nabi Musa a,s Ingin Menuntut Ilmu Dengan Nabi Khidihr a.s

Surah Al- kahfi ayat 66 – 70

66. Musa berkata kepada Khidihr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu”.

67. Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.

68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu”.

69. Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.

70. Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tetang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.

Bermula Perjalanan Nabi Khidhir a.s dan Nabi Musa a.s

Surah Al- kahfi ayat 71 – 77

71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidihr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar.

72. Dia (Khidihr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku”

73. Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku (akan syaratmu) dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku (menuntut ilmu)”.

74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidihr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

75. Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku”.

76. Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku (cukup mendapat alasan-alasan berbuat demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan dan bantahanku)”.

77. Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada suatu negeri, mereka minta dijamu makan kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”.

Perpisahan antara Nabi Musa a.s dan Nabi Khidihr a.s, dan Hikmah Dari Perbuatannya

Surah Al- kahfi ayat 78 -82

78. Khidihr berkata: “Inilah masanya perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

79. Adapun perahu itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena dihadapan mereka (di sebuah negeri) ada seorang raja yang merampas tiap-tiap perahu yang baik keadaannya.

80. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mu’min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

81. Dan kami menghendaki, supaya Rabb(Tuhan) mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

82. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Rabbmu (Tuhanmu) menghendaki  supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan dapat mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu (Tuhanmu); dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian penjelasan tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Ras Muhammad National Park (Egypt) by steven79

About bintangzohra

I am who I am and I do what I have to do. My worship, my sacrifice, my living, my dying are for HIM

Posted on April 2, 2011, in Sejarah/History and tagged , , . Bookmark the permalink. 16 Comments.

  1. Share yang menyejukkan hati… Thanks for infonya😉
    Aku boleh yaaa… nyimpan link bintangzohra d blog aku😀

  2. Pagi Zohra…
    Siapakah Yusha’ Bin Nun yang dianggap lebih pandai dari Musa AS itu?

    • Selamat petang,
      Yusha’ Bin Nun adalah teman atau murid Nabi Musa as,
      sedangkan orang yang lebih pandai yang diberitahu oleh Allah swt kepada Nabi Musa as ialah namanya Nabi Khidhir as.

  3. “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.

    Ada rahsia dalam ayat ini…

    Saya pun sedang mencari pertemuan dua buah lautan juga…

  4. kalau saya ambil kesimpulan dari kisa ini :
    1. kita harus bisa sabar dalam menjalankan hidup
    2. pelajari dan simpulkan dari setiap kisah hidup sebagai pelajaran di hari kemudian
    3. Allah segala tempat kembali
    gmn bunda, ada yang kurang dari kesimpulan ana?

    • terima kasih, ada satu lagi untuk saya buat kesimpulan di sini, kalau kita rasa diri kita baik atau hebat, ada yang lebih baik dari kita dan jika kita rasa diri kita kurang , ada yang lebih kurang dari kita.

  5. “Teruskanlah berdakwa dan janganlah berjalan tanpa tujuan.”
    mantap….

    wah, melihat foto laut itu.. hati saya jadi serasa gimanaaa gt….

  6. subhanallah,mencerahkan sekali tulisan zohra🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s